Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pertanian. Tampilkan semua postingan

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

Peningkatan pengetahuan pertanian mengakibatkan timbulnya teknik-teknik baru dalam peningkatan produksi pertanian. Fakultas teknologi pertanian mendidik calon tenaga ahli dalam bidang pengolahan hasil pertanian termasuk pengawetan dan peningkatan mutu.


Setara juga calon tenaga ahli dalam bidang mekanisasi pertanian yang mempunyai ruang lingkup mesin-mesin pertanian, bangunan pertanian dan teknik tanah dan air. Sarjana teknologi pertanian diharapkan tidak saja menguasai bidang ilmu yang terdapat dalam bidangnya masing-masing, tetapi juga menguasai masalah-masalah yang berkembang akibat tumbuhnya teknologi pertanian yang relatif masih baru dikenal di Indonesia.


Keterampilan yang dibutuhkan oleh lulusan teknologi pertanian adalah keterampilan laboratorium bagi jurusan teknologi pertanian dan analisa Kimia bagi jurusan mekanisasi pertanian. Tetapi kedua jurusan ini diharapkan juga menguasai keterampilan pemakaian mesin-mesin pengolahan hasil pertanian yang banyak dikenal seperti huller (pengupas gabah), tresher (Perontok) dan polisher (penghalus).


Demikian pun perlu dikuasai keterampilan perhitungan biaya pemakaian alat, dan bagi lulusan jurusan mekanisasi pertanian juga dituntut keterampilan perhitungan B/C ratio (untung rugi pengoperasian budi daya pertanian).


Jurusan yang ada di fakultas ini seperti yang telah disinggung di muka adalah jurusan teknologi hasil pertanain yang lebih banyak berkecimpung dalam masalah-masalah pertanian setelah panen yaitu menyangkut pengolahan hasil pertanian. Sedangkan jurusan mekanisasi pertanian lebiih banyak berkecimpung dalam masalah-masalah sebelum tanam terutama dalam pengolahan tanah dan air.

Lapangan kerja bagi lulusan fakultas ini pada departemen-departemen yaitu: pertanian, perindustrian dan perdagangan, agraria, transmigrasi, koperasi, pendidikan dan kebudayaan (staf pengajar) dan setiap lembaga penelitian yang ingin meningkatkan teknologi pertaniannya, terutama banyak dibutuhkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Food Technologi Development Centre (FTDC), badan usaha-usaha pemerintah yang membutuhkan terutama bank-bank pemerintah dan PT. PERHUTANI atau perusahaan perkebunan (PNP/PTP). Sedangkan yang semakin meningkat adalah bidang pekerjaan di sektor swasta seperti perusahaan-perusahaan industri alat pertanian dan industri makanan dan minuman, kontraktor-kontraktor pembukaan areal perkebunan, pertanian, transmigrasi dan konsultan-konsultan yang melayani perusahaan industri.

TEKNOLOGI HASIL HUTAN

Jurusan hasil hutan adalah jurusan yang lebih banyak membicarakan teknologi hasil hutan termasuk pengambilan dan pemanfaatannya. Dari jurusan hasil hutan ini kita dapat mengetahui cara­cara pengolahan kayu seperti pengeringan dan pengawetannya dan juga penggunaan kayu untuk bahan­bahan konstruksi bangunan.


Pengetahuan-pengetahuan dari jurusan ini sangat berguna bagi pemanfaatan hasil hutan semaksimal mungkin terutama untuk pulp dan kertas, demikian juga untuk bangunan rumah atau perlengkapan rumah tangga (furnitur).


Mata pelajaran yang perlu dikuasai dari jurusan hasil hutan ini adalah dasar-dasar eksploitasi hutan, teknologi kayu, ilmu bangunan hutan, penggergajian, pengolahan kayu, ilmu hama, dan penyakit hutan, anatomi kayu, Kimia kayu, Fisika dan Matematika kayu, ilmu kerja hutan, mesin-mesin perhutanan, pulp dan kertas, penggergajian kayu, pengawetan kayu, pengendalian kwalitas dan penggunaan kayu untuk bahan konstruksi.

Jurusan yang setara, tercakup atau berkaitan adalah teknologi hutan, teknik hutan.

MANAJEMEN HUTAN

Dalam jurusan ini dipelajari pengetahuan tentang pengolahan hutan yang mencakup pengelolaan sumber dayanya dan pengelolaan hutan aliran sungai melalui hutan yang bersangkutan. Hal ini sangat penting karena hutan-hutan tanpa pengelolaan yang terarah dan terus menerus akan mengakibatkan kerusakan hutan dan lingkungan sekitarnya.


Disini terutama dipelajari pengelolaan hutan yang dilindungi oleh undang-undang yang disebut "hutan lindung". Dalam pengelolaan hutan lindung ini diperlukan pengetahuan-pengetahuan tentang jenis-jenis satwa yang terdapat didalamnya, hama-hama hutan, pemuliaan pohon hutan, penyakit hutan dan pembinaan margasatwa.

Mata pelajaran yang diajarkan adalah ilmu tanah hutan, metode statistika, geodesi, dendrologi, silvika, silvikultur, ekonomi perhutanan, ekologi hutan, perlindungan alam dan pembinaan margasatwa, politik perundang-undangan hutan, manajemen hutan, hama hutan, manajemen daerah aliran sungai, penyuluhan perhutanan, pengelolaan sumber-sumber alam, pemuliaan pohon-pohon hutan, administrasi hutan dan pembinaan margasatwa.

FAKULTAS KEHUTANAN

Hutan adalah cumber devisa Indonesia terbesar setelah minyak bumf. Tetapi pengambilan kekayaan yang berlebihan tanpa disertai penanaman kembali mengandung resiko yang sangat besar bagi kelestarian alam yang sudah tentu akan mengancam kehidupan-kehidupan di sekitarnya termasuk umat manusia.

Karena itu pengelolaannya harus baik dan terarah. Untuk itu dibutuhkan pengetahuan kehutanan yang lengkap dan tinggi.

Fakultas kehutanan mendidik talon-talon sarjana yang dituntut mampu menguasai ilmu tumbuh­tumbuhan tropis, mampu menguasai cara pengolahan hutan yang baik termasuk pemanfaatannya serta mengetahui cara pengelolaan dan pengolahan hasil hutan untuk kesejahteraan manusia. Reboisasi hutan atau penanaman hutan kembali adalah ilmu yang relatif masih baru yang kini diajarkan di fakultas perhutanan.

Dengan dilaksanakannya reboisasi diharapkan kelestarian hutan akan terjamin dan ini mencegah erosi yang berlebihan yang dapat merusak Iingkungan sekitarnya. Dengan demikian juga berarti kita telah menanam investasi kembali ke dalam hutan untuk kelak dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Terdapat dua jurusan profesi kehutanan yaitu jurusan manajemen hutan dan jurusan hasil hutan. Kedua jurusan ini dibedakan oleh spesefikasi pelajaran yang diberikan. Kalau manajemen hutan lebih banyak mempelajari cara pengolahan hutannya maka jurusan hasil hutan lebih terarah pada jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan baik batangnya maupun seratnya.


Lapangan pekerjaan yang mungkin ditempuh bagi lulusan fakultas kehutanan antara lain di departemen pertanian, perdagangan, perindustrian, transmigrasi, pendidikan dan kebudayaan (staf pengajar) dan juga di lembaga-lembaga penelitian seperti Lembaga Penelitian Hasil Hutan (LPHH), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Lembaga penelitian tanamanan tropis (BIOTROP) ataupun di Pelestarian dan Perlindungan Alam (PPA).


Badan usaha pemerintah yang mungkin dimasuki oleh lulusan perhutanan adalah PT. PERHUTANI, BRI, Bank Ekspor Impor dan bank-bank lainnya ataupun pada proyek pemerintah seperti proyek reboisasi hutan. Bidang pekerjaan lain adalah yang berhubungan dengan swasta seperti pada perusahaan pelaksanaan Hak Penguasaan Hutan (HPH), pelaksanaan pembukaan hutan untuk transmigrasi (kontraktor) ataupun pada biro konsultan yang berhubungan dengan masalah perhutanan.

ILMU MAKANAN TERNAK

Jurusan ini semata-mata berbicara tentang makanan ternak baik ternak daging, perah maupun petelur. Untuk mendapatkan produksi ternak yang baik dibutuhkan makanan yang sehat yang bernilai gizi tinggi. Untuk itu perlu diketahui karakteristik dari masing-masing' hewan ternak terutama dalam perencanaanya.

Kemudian dibutuhkan juga pengetahuan tentang bahan-bahan makanan ternak serta susunan Kimia makanan ternak. Begitu pentingnya ilmu makanan karena melalui makanan yang lengkap dan terawat baik kita dapat menentukan tingkat produksi yang tinggi dan kondisi kesehatan yang baik.

Begitupun untuk mengetahui makanan ternak yang didapat dari alam seperti rumput dan daun­daunan, diberikan pelajaran ilmu tanaman makanan ternak, secara khusus diberikan jenis-jenis pengenalan species, serta pengenalan manfaat hijauan yang berasal. dari sisa pertanian dan pohon perdu.

Mata pelajaran yang diberikan di sini adalah ilmu makanan ternak umum, ilmu Kimia makanan, ilmu pengetahuan bahan makanan ternak, tanaman makanan ternak, ilmu pengetahuan ternak, tata laksana padang pengembalaan dan padang rumput alam, ilmu tanaman makanan ternak, ilmu makanan unggas, ilmu makanan ternak perah dan ilmu makanan ternak daging serta makanan ternak tenaga (kuda, kerbau dan lain-lain).

Jurusan yang setara, tercakup atau berkaitan adalah ilmu gizi ternak.

ILMU PRODUKSI TERNAK

Jurusan ini memberikan pendidikan tentang bagaimana mengembangkan ternak terutama sapi, domba, kerbau, kambing dan unggas (ayam) dengan cepat.


Untuk itu diperlukan pengetahuan tentang sifat khusus, adaptasi dan penyebaran dari masing-masing jenis hewan ternak tersebut. Juga diberikan cara-cara memilih dan menyeleksi daging sapi potong, kerbau, kambing, domba, dan kelinci berdasarkan bentuk luarnya.


Karena ada hubungan dengan fungsi-fungsi dan sifat-sifat ternak daging. Pengetahuan lain yang sangat bermanfaat dari jurusan ilmu produksi ternak ialah pengetahuan tentang unsur-unsur pokok usaha peternakan, faktor yang mempengaruhi usaha peternakan, catatan dan tata buku usaha peternakan, analisa pendapatan, perencanaan, dan biaya peternakan serta kapita selekta, kesemuanya ini terhimpun dalam mata ajaran ilmu usaha peternakan.


Mata pelajaran lainya adalah genetika, tata niaga peternakan, ilmu produksi ternak daging dan perah, hukum agraria, penyuluhan, teknologi hasil ternak, pemuliaan ternak, ilmu tilik ternak daging dan perah, politik peternakan dan undang-undang veteriner.

Dalam beberapa perguruan tinggi jurusan ini masih dibagi lagi ke dalam ilmu produksi ternak daging, ilmu produksi ternak perah dan ilmu produksi unggas.

FAKULTAS PETERNAKAN

Berbeda dengan kedokteran hewan, fakultas peternakan menitikberatkan pelajarannya pada pertumbuhan dan perkembangan ternak meskipun tidak dapat dipisahkan dari kesehatan ternak. Bidang ilmu peternakan lebih banyak berbicara tentang ilmu peningkatan produksi ternak, manajemen dan tata niaga peternakan serta membuat makanan ternak yang sehat dan bernilai gizi tinggi.

Dalam pendidikannya, pengetahuan ternak yang diajarkan menyangkut ternak-ternak yang mempunyai prospek baik untuk menunjang perbaikan gizi rakyat Indonesia, dan tentunya ternak-ternak yang sesuai dengan iklim tropis.

Diatara ternak yang ada maka sapi, kerbau, kambing, domba, dan ayam dianggap sebagai ternak yang mempunyai prospek cerah, karena itu pelajarannya lebih banyak menyangkut ternak-ternak tersebut. Jurusan yang terdapat didalamnya yaitu : jurusan ilmu produksi ternak, ilmu nutrisi & makanan ternak, sosial ekonomi peternakan dan teknologi hasil ternak.

Bidang Pekerjaan yang dapat dimanfaatkan bagi jurusan ini adalah departemen-departemen seperti pertanian, perindustrian, perdagangan, koperasi, pendidikan dan kebudayaan, dan di lembaga penelitian, seperti lembaga penelitian ternak, LIPI, BPPT, Balai Pendidikan dan Latihan Penyuluh pertanian (BPLPP).

Pada badan usaha pemerintah lulusan fakultas peternakan dapat bekerja pada proyek pemerintah seperti BIMAS/INMAS dan koperasi Unit Desa. Sektor swasta yang mungkin dimasuki adalah peternakan-peternakan ayam, sapi, domba, dan industri obat-obat ternak atau industri makanan ternak juga pada biro konsultasi yang berkecimpung dalam masalah peternakan.

TATA PRODUKSI PERIKANAN

Jurusan ini lebih menitikberatkan pada pengetahuan teori terapan dan keterampilan yang mencakup teori penangkapan ikan, pengolahan hasil penangkapan ikan, pengolahan hasil perikanan baik cara tradisional seperti penggaraman ataupun cara modern seperti pengalengan (sarden), prinsip pemanfaatan perairan umum seperti danau, rawa, laut, dan lainnya serta juga pengetahuan tentang kepelautan dan alat-alat penangkapan ikan.

Secara garis besarnya jurusan ini memberikan cara-cara efektif don efesien serta melatih penerapannya dalam produksi perikanan baik di lout, maupun di perikanan darat.

Mata pelajaran yang diberikan dalam tata produksi perikanan adalah Mikrobiologi, ekonomi perikanan, metode penangkapan ikan, penyuluhan, Biologi perikanan, hasil-hasil laut, pengolahan hasil perikanan, kesuburan serta kualitas perairan, eksploitasi perikanan umum, parasitologi ikan, akuakultur, alat-alat penangkapan ikan, navigasi, kepelautan, koperasi, hukum dan peraturan perikanan, teknik perkolaman, tata niaga perikanan.

Jurusan yang setara, tercakup atau berkaitan erat adalah : teknik penangkapan.

BIOLOGI PERAIRAN

Biologi perairan mencakup pengetahuan-pengetahuan tentang macam-macam kehidupan di dalam air, baik air tawar maupun laut. Ilmu Biologi laut khusus mempelajari perwilayahan lingkungan laut, faktor-faktor ekologi utama, flora dan fauna laut serta interaksinya dan produktifitas hayati laut.


Dikenal sebagai cabang ilmu baru dalam perikanan adalah Oseanografi yang menyangkut pembahasan tentang analisa vektor, sifat-sifat air, arus gelombang, pasang dan turbulensi.


Lebih lanjut Oseanografi membahas tentang teori cahaya dan suara di laut serta hubungannya dengan laut, perairan serta aplikasinya dalam pemanfaatan potensi laut, metode pengukuran parameter laut dan lain-lain.

Mata pelajaran yang diberikan disamping Biologi laut dan Oseanografi adalah ekologi, ikhtiologi paoli, khtiologi sistimatika, limologi fisiologi, hewan air, planktologi dan avertebrata air.

Jurusan yang setara, tercakup atau berkaitan adalah: akua kultur dan budidaya perikanan.

FAKULTAS PERIKANAN

Kekayaan alam Indonesia tidak saja berasal dari daratan, tetapi juga dari laut yang merupakan bagian terbesar dari wilayahnya. Untuk menggali kekayaan laut ini dibutuhkan pengetahuan dan teknologi yang memadai, begitu juga untuk meningkatkan produksi perikanan darat yang juga merupakan potensi besar sebagai sumber hidup sebagian besar penduduk Indonesia.


Demikian pentingnya produk perikanan sehingga diperlukan lembaga setingkat fakultas untuk mengelolanya. Lulusan fakultas perikanan diharapkan telah menguasai ilmu pengetahuan tentang teknik dan manajemen penangkapan ikan, cara-cara pemeliharaan ikan darat yang baik, pengolahan hasil-hasil perikanan, perhitungan biaya pemeliharaan ikan yang ekonomis dan beberapa pengetahuan yang praktis dan teoritis tentang perikanan lainnya.


Pada fakultas perikanan dikenal dua bidang profesi yang berdiri sendiri yaitu Biologi perairan dan tata produksi perikanan. Tetapi ada juga fakultas yang tidak membagi ilmu perikanan ke dalam dua jurusan seperti tersebut diatas, artinya diajarkan secara umum tanpa memberi bobot pada salah satu jurusan.


Lapangan kerja bagi lulusan fakultas perikanan terdapat di departemen-departemen seperti : pertanian, perindustrian, perdagangan, koperasi, pendidikan dan kebudayaan, dan di lembaga penelitian, seperti lembaga penelitian perikanan darat, LIPI, BPPT, Lembaga Oseanografi Nasional (LON), Balai Pendidikan dan Latihan Penyuluh Pertanian (BPLPP), Pelestarian dan Perlindungan Alam (PPA) dan lain sebagainya.


Bidang pekerjaan lainnya adalah di badan usaha pemerintah seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Bumi Daya, dan lain-lain. Serta juga pada sektor swasta seperti perusahaan-perusahaan ikan, pabrik pengolahan/peengalengan ikan, badan-badan konsultasi dan sebagainya.

KLINIK VETERINER

Mata pelajaran yang diberikan adalah Diagnotik klinik, ilmu penyakit dalam hewan, ilmu bedah clan terapi umum khusus ilmu bedah veteriner dan radiasi.

ILMU PENYAKIT HEWAN

Mata pelajaran yang diberikan menyangkut bakteriologi, parasitologi umum, Mikrobiologi, Parasitologi ternak, bakteri patogen, ilmu penyakit bakterial, ilmu penyakit parasiter disenfektan dan antibiotika, teknik biakan jaringan, patologi, ilmu penyakit viral demonstrasi klinik dan patologi, ilmu kesehatan masyarakat veteriner dan ilmu hukum veteriner.

BIOKIMIA

Mata pelajaran yang diberikan adalah

pengantar Biokimia, Biokimia dasar, Biokimia umum, Biokimia lanjutan, Ilmu penyakit hewan, dan kesehatan masyarakat bidang veteriner.

FISIOLOGI DAN FARMAKOLOGI

Mata pelajaran yang diberikan adalah Fisiologi veteriner, Fisiologi manusia, Fisiologi hewan ternak, Fisiologi hewan (umum), Farmakologi dan taksilogi, Endokrinologi, Farmakognasi, farmasi Kimia obat, fisiologi lingkungan, Endokrinologi Reproduksi, Hormon-hormon steroid, Biologi radiasi, kaedah radio isotop sebagai perunut, fisiologi laktasi, fisiologi pertumbuhan, fisiOlogi pencemaran, toksisitas selektif, fisiologi kardiofaskuler, bedah khusus eksperimentil dan penggunaan Radio Isotop dalam Biologi kedokteran dan pertanian.

REPRODUKSI

Mata pelajaran yang diberikan menyangkut reproduksi, inseminasi buatan, kebidanan, reproduksi, guna laksana dan koasistensi (bimbingan praktek).

ZOOLOGI

Mata pelajaran yang diberikan ialah zoologi, ilmu urai perbandingan (anatomi banding), Anatomi, Embriologi, Histologi, Anatomi daerah, Geologi sel, Embriologi dan Mikro Teknik dan pencemaran lingkungan.

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

Dalam fakultas ini dipelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan anatomi hewan dan penyakit­penyakit hewan. Sesuai dengan nama fakultasnya, sarjana yang ditelorkan dari pendidikan ini dikenal dengan nama dokter hewan.

Kedokteran hewan bukan saja membahas tentang penyakit-penyakit hewan dan penanggulangannya tetapi juga mempelajari tentang reproduksi hewan dan inseminasi buatan, kesehatan masyarakat veteriner (misalnya pembahasan tentang susu yang sehat atau daging hewan yang baik), penjagaan kesehatan hewan (seperti pembahasan makanan yang salah perlakuan yang dapat menimbulkan penyakit hewan) dan lain sebagainya.

Keahlian sebagai dokter hewan sangat berguna bagi perkembangan peternakan untuk konsumsi masyarakat, dan juga bagi penggemar­penggemar binatang yang banyak bermunculan sejalan dengan peningkatan penghidupan.

Perkembangan ilmu kedokteran hewan bukan hanya sampai cara penanggulangan penyakit yang semakin baik, tetapi kini telah ditemukan untuk mencegah timbulnya penyakit dengan penyuntikan.

Sebagaimana pada fakultas pertanian, kedokteran hewan juga mengenal jurusan-jurusan ilmu yang diajarkannya.Tetapi jurusan-jurusan ini belum mantap untuk dikatakan sebagai profesi dalam ilmu kedokteran hewan.

Jurusan-jurusan ilmu tersebut adalah zoologi, reproduksi, fisiologi , farmakologi, Biokimia, ilmu penyakit hewan dan kesehatan masyarakat veteriner dan klinik veteriner. Karena jurusan­jurusan ini belum mantap sebagai profesi maka pendidikan kedokteran hewan masih dilakukan secara umum artinya setiap jurusan yang ada diberikan kepada siswa dengan bobot yang sama.

Keterangan tentang jurusan hanya diberikan dalam bentuk mata pelajaran yang diajarkan dalam jurusan bersangkutan.

Bidang pekerjaan yang tersedia bagi dokter hewan kelak adalah pada departemen-departemen : pertanian, perindustrian, pengendalian mutu daging dan susu, perdagangan, pendidikan dan kebudayaan (staf pengajar) dan pada lembaga penelitian ternak (LPT), LIPI, Pelestarian dan Perlindungan Alam (PPA), Pusat penelitian dan pengembangan ternak yang bekerjasama dengan Australia (Colombo Plan) dan lembaga penelitian.

penyakit hewan, di sektor swasta lulusan kedokteran hewan dapat bekerja di industri obat hewan, peternakan-peternakan ayam atau sapi maupun domba ataupun dapat membuka praktek sendiri.

STATISTIKA DAN KOMPUTASI (FMIPA)

Jurusan statistika dan komputasi sebagai cabang ilmu pertanian hanya ada di IPB. Jurusan ini merupakan cabang ilmu yang sangat spesifik yang bermula dari mata pelajaran ilmu statistika pertanian yang banyak dipakai dalam metode-metode penelitian hampir setiap bidang ilmu pertanian (dalam arti luas berarti termasuk peternakan, perikanan dan lain sebagainya).


Dalam metode-metode penelitian memakai perancangan percobaan yang merupakan bagian ilmu statistika dan juga mata ajaran-mata ajaran statistik lainnya banyak berperan dalam penelitian-penelitian yang dilakukan praktikum dalam ilmu-ilmu pertanian.


Mata ajaran yang diberikan pada jurusan ini adalah landasan Matematika, kalkulus, aljabar, matriks, statistika, hitung peluang, analisis numerika, metode statistika, teori sebaran, diferensial statistika, pengantar ilmu komputer, perancangan percobaan dan teknik penarikan sampel.

ILMU TANAH

Jurusan ini merupakan jurusan yang semata-mata bertalian dengan tanah, terutama tanah yang bermanfaat bagi pertanian yang dikenal dengan lahan.


Seperti kita ketahui bahwa tanah merupakan sumber kekayaan alam dan bagi pertanian tanah hampir merupakan syarat yang mutlak harus dipenuhi. Ilmu tanah dalam hal ini menitikberatkan pelajarannya pada sifat-sifat fisik tanah, hara pada tanah dan siklus hidrologi yang dibahas secara umum.


Mata pelajaran yang diberikan pada jurusan ilmu tanah antar lain adalah alat-alat survey, Kimia fisik dan koloid, Kimia tanah, mineralogi tanah, Fisika tanah, konservasi dan penggunaan tanah dan beberapa ilmu pengetahuan umum (yang bersangkutan dengan tanah) lainnya.


Disamping itu dipelajari juga tentang survey tanah yang ditunjang oleh mata pelajaran yang terdahulu, tentang kesuburan tanah, pupuk dan pemupukan serta yang cukup penting adalah cara pengolahan tanah.

SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (Agrobisnis)

Jurusan ini memberikan pelajaran tentang pemecahan-pemecahan masalah-masalah sosial dan ekonomi baik yang bersifat mikro maupun yang bersifat makro yang terjadi di lingkungan masyarakat pertanian.

Persoalan ini semakin penting, karena betapapun perkembangan pertanian ternyata tidak bisa lepas dari masalah sosial dan ekonomi sekitarnya. Untuk memahami semua ini tentu diperlukan pengetahuan tentang sosiologi (masyarakat) pedesaan, ekonomi pedesaan dan ekonomi pertanian yang berkait dengan perekonomian nasional dan tidak kalah pentingnya pengetahuan tentang psikologi masyarakat desa (dianggap mewakili masyarakat pertanian).

Mata pelajaran yang dipelajari, antara lain ialah ekonomi umum, dasar-dasar manajemen, psikologi pedesaan, ekonomi pertanian, kependudukan, usaha tani, penyuluhan, koperasi, tataniaga pertanian, politik pertanian dan lain-lain.

Untuk masyarakat pertanian yang mempunyai tingkat sosial ekonomi yang mampu menunjang pengembangan pertanian tentunya perlu diketahui tingkat sosial dan ekonomi pada saat ini.

Metode penelitian sosial adalah salah satu mata ajaran yang sangat penting tentang cara-cara penelitian dalam masyarakat pertanian yang mencakup metode experimen, metode lapangan, penggunaan data sekunder dan sensus serta masalah dan hipotesa dalam penelitian yang mencakup perumusan masalah, perumusan hipotesa dan hipetesa sebagai penelitian serta juga metode pngumpulan data dan lain-lain.